Bisa bermain gitar merupakan harapan dari banyak orang di dunia ini, baik cowok maupun cewek. Namun banyak dari mereka yang mengurungkan niatnya untuk belajar gitar dikarenakan mereka menganggap belajar gitar itu sulit dan mereka merasa sudah terlambat untuk mereka mempelajari ini.
Belajar gitar itu memang tidak gampang, Tetapi tidak ada kata terlambat dalam mempelajarinya. Asal kita punya kemauan tinggi maka tidak memerlukan waktu lama untuk mempelajari dasar-dasarnya.
Dan juga tidak pernah terlena oleh beberapa hal yang sudah kita kuasai dalam mempelajari gitar. Dalam bergitar kita itu harus selalu mengembangkan permainan kita, karena dalam bermain gitar tidak pernah ada titik habisnya.
Apa yang ku katakan ini benar dan aku alami sendiri. Aku belajar memainkan gitar pada waktu aku duduk di bangku kelas 3 SMP. Aku belajar gitar didasari karena keinginanku untuk bisa pentas di PENSI SMPku. Aku berharap dengan bisanya aku memainkan gitar akan ada orang yang mengajakku bergabung dengan Band mereka.
Pada saat aku mulai mempelajari ini sudah banyak siswa-siswa yang sudah bisa memainkan gitar. Saat itu pun aku merasa kagum melihat mereka yang kuanggap sudah mahir dalam bermain gitar. Oleh sebab itu, aku pun mulai mempelajarinya dengan tekun. Aku mempelajari beberapa tehnik dasar yang kudapati dari internet. Dari mulai belajar penjarian sampai membaca tabulator. Aku selalu melatihkan jariku setiap ada waktu kosong. Alhasil hanya dalam beberapa bulan aku sudah bisa menyamai teman-temanku yang ku anggap mahir tadi. Kemudian aku mulai dilirik beberapa Band yang ada di SMPku dan aku dianggap menjai salah satu yang terbaik di sekolahku.
Pada masa kelas 1 SMA tepatnya pada waktu perpisahan kelas 3, aku pun masih mendapatkan banyak kebaikan dari kemampuanku bermain gitar. Akibat aksi panggungku di acara perpisahan itu, aku menjadi dikenali oleh banyak orang, baik siswa seangkatanku maupun kakak-kakak kelasku. Bahkan karena itu aku bisa di pilih menjadi pengurus OSIS yang mengurus tentang masalah seni di sekolahku.
Perjuanganku dalam dunia gitar pun tidak berhenti batas situ saja. Tidak karena aku sudah dapat banyak keuntungan dari skill gitar aku lantas merasa sudah jago dan tak perlu lagi mengembangkan permainanku. Malahan dengan ini semua aku menjadi semakin tertantang untuk terus memperkaya skillku dalam bermain gitar. Karena rasa kebuntuanku dalam memperkaya skillku, maka pada saat itu aku memutuskan untuk ikut less gitar dengan salah satu tempat less gitar yang ada di kotaku Bengkulu.
Aku ikut less gitar hanya dalam 3 bulan. Dari less ini aku mendapatkan banyak pengetahuan dan tahu mengapa selama ini aku merasa buntu dengan permainan gitarku. Ternyata aku merasa buntu karena kemampuanku selama ini terlalu bergantung pada tabulator dan aku belum memahami nada-nada. Oleh sebab itu, jika lagu yang inginku mainkan tidak ada tabulatornya maka aku tidak bisa memainkannya. Tetapi sangat berbeda halnya dengan sekarang, semenjakku memahami tentang tangga nada, teknik-teknik gitar, dan setting sound sistem sangat mudah bagiku untuk mengulik-ulik sebuah lagu. Untuk lagu yang standar aku cuma butuh 2 atau 3 kali mendengar saja untuk menguliknya. Kalau lagu yang berteknik yang agak sulit aku butuh waktu beberapa hari mengulik dan tanpa tabulator lagi.
Semakin bertambahnya skill gitarku, sekarang banyak teman-temanku yang dulunya menjadi guruku bermain gitar pada sering datang denganku, untuk diajarkan teknik-teknik gitar dan ada juga yang minta di carikan melodi-melodi solo lagu.
Sekian dulu ya ceritaku. Dari ceritaku ini dapat kita simpulkan bahwa tidak ada kata terlambat dalam belajar gitar. Buktinya saja teman-temanku yang sudah belajar gitar dari SD sekarang malah jadi muridku.
Belajar gitar itu memang tidak gampang, Tetapi tidak ada kata terlambat dalam mempelajarinya. Asal kita punya kemauan tinggi maka tidak memerlukan waktu lama untuk mempelajari dasar-dasarnya.
Dan juga tidak pernah terlena oleh beberapa hal yang sudah kita kuasai dalam mempelajari gitar. Dalam bergitar kita itu harus selalu mengembangkan permainan kita, karena dalam bermain gitar tidak pernah ada titik habisnya.
Apa yang ku katakan ini benar dan aku alami sendiri. Aku belajar memainkan gitar pada waktu aku duduk di bangku kelas 3 SMP. Aku belajar gitar didasari karena keinginanku untuk bisa pentas di PENSI SMPku. Aku berharap dengan bisanya aku memainkan gitar akan ada orang yang mengajakku bergabung dengan Band mereka.
Pada saat aku mulai mempelajari ini sudah banyak siswa-siswa yang sudah bisa memainkan gitar. Saat itu pun aku merasa kagum melihat mereka yang kuanggap sudah mahir dalam bermain gitar. Oleh sebab itu, aku pun mulai mempelajarinya dengan tekun. Aku mempelajari beberapa tehnik dasar yang kudapati dari internet. Dari mulai belajar penjarian sampai membaca tabulator. Aku selalu melatihkan jariku setiap ada waktu kosong. Alhasil hanya dalam beberapa bulan aku sudah bisa menyamai teman-temanku yang ku anggap mahir tadi. Kemudian aku mulai dilirik beberapa Band yang ada di SMPku dan aku dianggap menjai salah satu yang terbaik di sekolahku.
Pada masa kelas 1 SMA tepatnya pada waktu perpisahan kelas 3, aku pun masih mendapatkan banyak kebaikan dari kemampuanku bermain gitar. Akibat aksi panggungku di acara perpisahan itu, aku menjadi dikenali oleh banyak orang, baik siswa seangkatanku maupun kakak-kakak kelasku. Bahkan karena itu aku bisa di pilih menjadi pengurus OSIS yang mengurus tentang masalah seni di sekolahku.
Perjuanganku dalam dunia gitar pun tidak berhenti batas situ saja. Tidak karena aku sudah dapat banyak keuntungan dari skill gitar aku lantas merasa sudah jago dan tak perlu lagi mengembangkan permainanku. Malahan dengan ini semua aku menjadi semakin tertantang untuk terus memperkaya skillku dalam bermain gitar. Karena rasa kebuntuanku dalam memperkaya skillku, maka pada saat itu aku memutuskan untuk ikut less gitar dengan salah satu tempat less gitar yang ada di kotaku Bengkulu.
Aku ikut less gitar hanya dalam 3 bulan. Dari less ini aku mendapatkan banyak pengetahuan dan tahu mengapa selama ini aku merasa buntu dengan permainan gitarku. Ternyata aku merasa buntu karena kemampuanku selama ini terlalu bergantung pada tabulator dan aku belum memahami nada-nada. Oleh sebab itu, jika lagu yang inginku mainkan tidak ada tabulatornya maka aku tidak bisa memainkannya. Tetapi sangat berbeda halnya dengan sekarang, semenjakku memahami tentang tangga nada, teknik-teknik gitar, dan setting sound sistem sangat mudah bagiku untuk mengulik-ulik sebuah lagu. Untuk lagu yang standar aku cuma butuh 2 atau 3 kali mendengar saja untuk menguliknya. Kalau lagu yang berteknik yang agak sulit aku butuh waktu beberapa hari mengulik dan tanpa tabulator lagi.
Semakin bertambahnya skill gitarku, sekarang banyak teman-temanku yang dulunya menjadi guruku bermain gitar pada sering datang denganku, untuk diajarkan teknik-teknik gitar dan ada juga yang minta di carikan melodi-melodi solo lagu.
Sekian dulu ya ceritaku. Dari ceritaku ini dapat kita simpulkan bahwa tidak ada kata terlambat dalam belajar gitar. Buktinya saja teman-temanku yang sudah belajar gitar dari SD sekarang malah jadi muridku.
Maaf kalo boleh tau anda les gitar dimana? Terima Kasih
BalasHapus