Selasa, 01 Januari 2013

Makna IQ Sebenarnya

 Mungkin kalian sudah mengikuti tes IQ dan sudah mengetahui hasilnya. Bagaimana hasil tesnya? Memuaskan? Sebenarnya tes IQ itu bukanlah tes yang digunakan untuk menimbulkan rasa kesenangan, kepuasan, atau kebahagiaaan semata. Jika kalian berpikir bahwa tes IQ untuk 3 hal itu anda telah salah besar, karena tes itu digunakan untuk mengukur kemampuan kita agar kerja otak kita bisa dimaksimalkan sesuai kemampuan dan kelebihan masing-masing otak kita.

Mendapatkan hasil tes IQ yang normal dan diatas rata-rata bagus, karena dengan hasil itu kita akan tertantang untuk lebih menajamkan otak kita untuk bersaing dengan mereka yanga IQnya di atas kita. Bagi mereka yang mendapatkan hasil superior dan sangat superior bisa menjadikan mereka menjadi tambah semangat dan yakin dengan apa yang di cita-citakan dimasa depan dapat tercapai.
Begitu indahnya harapan para guru terhadap tes IQ ini, Karena mereka berpikir bahwa dengan tes ini semua siswa akan menjadi lebih baik dalam belajar dan lebih semangat dalam berjuang. Namun untuk saat ini harapan indah itu kebanyakan hanya sebatas harapan saja, karena kebanyakan dari siswa yang mengikuti tes ini bukannya menjadi lebih baik tapi malah menjadi lebih buruk saja.
Lalu apakah yang membuat semua ini menjadi begini? Apakah ini salah tesnya? Atau kesalahan siswanya? Kalau menurut saya ini bukanlah salah kedua-duanya. Karena hal buruk ini terjadi dikarenakan oleh mental siswa yang kurang di siapkan. Yang sering terjadi pada siswa yang baru saja menerima hasil IQnya adalah seperti ini :
- Bagi siswa yang menerima hasil bahwa IQ mereka normal cenderung berpikir pesimis. Mereka berpikir bawasannya mereka akan sulit untuk mencapai apa yang mereka harapkan karena kemampuannya biasa-biasa saja.
- Bagi yang menerima hasil bahwa mereka superior(genius) mereka cenderung berpikir terlalu optimis. Mereka kebanyakan menjadi pemalas, karena dengan otak yang mempunyai IQ seperti ini bisa menyerap apa saja yang di pelajarinya secara cepat.
Nah itulah yang menyebabkan kebanyakan tes IQ tidak menghasilkan suatu hasil yang diharapkan. Mungkin jika para guru lebih menyiapkan lagi mental para siswanya, mungkin saja hal buruk itu tidak akan terjadi. Malahan harapan-harapan yang mulia itu bisa terlaksana.
Semua yang tertulis di atas bukanlah sebuah rekayasa. Ini benar-benar sering terjadi. Bahkan aku pun mengalami hal di atas ini. Yah, benar . Jujur saja aku yang menulis artikel ini pernah mengikuti tes IQ dan hasil tesnya IQku 130 ke atas termasuk golongan superior(genius). Memang benar aku rasakan kalau otakku cenderung merasakan kemudahan saatku belajar untuk memahami suatu yang ku pelajari. Hanya membutuhkan sedikit waktu untukku memahami semua. Bahkan seringkali ku menghadapi ulangan harian di sekolah hanya memerlukan waktu 20 menit untuk belajar , itu pun sebelum ulangan diadakan dan hasilnya sangat memuaskan terkadang mendapat nilai 90 bahkan sering juga dapat nilai 100. Tetapi ini semua tidak terlalu banyak berdampak positif kepadaku, karena dengan ini semua aku jusru malah menjadi cenderung malas dan terlalu santai. Sehingga  akhirnya endingku di SMA pun tidak menunjukkan bahwa aku adalah salah satu orang yang memiliki tingkat IQ yang tinggi.
Aku sangat berharap dengan artikel ini, aku dapat mensugesti kalian khususnya adik-adik siswa SMA agar bisa lebih baik dari apa yang aku alami. Semoga kalian bisa mempelajari apa yang aku tulis ini . Yang perlu kalian ingat dan tanamkan baik-baik pada diri anda ialah : “Keberhasilan itu tidak dominan di pengaruhi kamampuan IQ otak, tetapi keberhasilan dan kesuksesan itu dpengaruhi rasa percaya diri yang tinggi dan usaha yang keras serta izin dari Ilahi”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar