Selasa, 01 Januari 2013

Tanpa Kesuksesan Aku Bukan Apa-Apa

    Suatu ketika, ada siswa SMA yang sedang berbincang-bincang dengan teman sebayanya. Mereka membicarakan tentang rencana kuliah mereka masing-masing. Suasana saat itu sangat asyik. Semua menjelaskan tentang tujuan mereka masing-masing. Mulai dari rencana kuliah, tujuan kerja, dan perkiraan gaji masing-masing.
  
Diantara beberapa siswa itu ada seorang yang sedikit prihatin terhadap teman-temannya. Anak itu bernama Robert (nama samara). keprihatinan Robert terhadap teman-temannya ini didasari oleh pemikiran temannya yang dianggapnya belum dewasa, karena keinginan mereka semua itu tidak berdasarkan minat, bakat, dan kemampuan yang dimiliki oleh mereka masing-masing. Pernyataan mereka itu menunjukan kalau mereka itu tidak mempunyai kepercayaan diri dan hanya mengikuti tren saja. Bagaimana tidak, diantara pernyataan mereka itu semuanya sama, mau kuliah kejurusan yang paling tren diminati orang dan jika sudah bekerja ada jaminan bekerja pada pemerintahan.
Banyak sekali pendapat dan sugesti yana ingin disampaikan Robert ke teman-temannya. Pertama, pemilihan jurusan tanpa minat dan bakat itu akan menjadi kendala besar saat mereka menjadi mahasiswa nanti. Kedua, memilih jurusan yang paling tren itu akan menjadi kendala besar saat kita mencari pekerjaan nanti, karena pada saat kita mencari pekerjaan nanti akan banyak sekali sarjana-sarjana lulusan jurusan yang sama dengan kita dan otomatis jika itu terjadi maka kita akan sangat sulit untuk mendapat pekerjaan yang kita inginkan. Kita akan  bersaing benar-benar dengan skill penuh. Bukan berarti Robert menyalahi temannya, tetapi jurusan yang masih banyak dibutuhkan dan masih sedikit dilirik calon mahasiswa kan masih banyak, tetapi kenapa kita harus bertumpuk pada satu jurusan saja. Pmikiran Robert tersebut bukanlah opini pribadinya semata , tetapi hal ini benar-banar ditinjau dari keadaan yang memang benar-benar terjadi di Indonesia dan juga dapat dari pengalaman teman dan sepupunya yang sedang kuliah dan sudah bekerja.
    Ingin sekali Robert mengutarakan pendapatnya tersebut ke teman-temannya, tetapi dia takut jika pernyataannya tersebut tidak di indahkan, karena sudah pernah Robert mengutarakan hal itu kepada salah satu temannya tetapi di cemoohkan saja oleh temannya itu. Namun, dengan sindiran yang diterimanya itu tidak membuat Robert putus asa. Dia yakin kalau pemikirannya itu tidak salah. Walaupun untuk saat ini dia tidak bisa merubah pandangan teman-temannya, tetapi setidaknya hal ini bisa menjadi mengubah pandangan pribadinya.
    Mempunyai IQ superior(genius) saja tidak cukup untuk Robert bisa mempengaruhi hal baik kepada teman-temannya. Apalagi akibat kesibukannya di beberapa organisasi dan eksul mambuatnya tidak bisa menunjukkan kemampuannya itu. Namun apa pun yanga terjadi Robert tetap berpegang teguh pada pemikirannya dan dia yakin suatu saat teman-temannya akan percaya dengan itu semua, jika di sudah memetik kesuksesan atas pemikirannya itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar